Google Groups
Gabung Milist Techno-OS
Email:
Visit this group

Articles

Cara koneksi ke jaringan hotspot dan kabel via konsole/terminal

Post Pic

Kali ini saya share lagi, karena biasanya saya untuk melakukan suatu koneksi ke jaringan sangat jarang menggunakan gui.. misalnya dislackware menggunakan wicd biar kayak weduz untuk konek jaringan hotspot atau LAN. Terinspirasi nulis ini karena saat saya koneksi kejaringan selalu bikin orang heran(sok2an padahal eror) melihatnya, soale selalu menggunakan terminal. Sebenernya saya sudah senang dengan tools gui yang ada, tapi ada beberapa akibat yang bikin saya tidak nyaman. Salah satunya yaitu susah terkoneksi, scan hotspot tidak terdeteksi semua dan lainnya.

Disini saya akan berikan 3 metode koneksi ke jaringan, antara lain cara konesi ke jaringan LAN, wifi, dan wifi yang terproteksi. Lansung ke yang pertama, yaitu untuk koneksi ke jaringan LAN sangat gampang sekali, berikut stepnya:

1. pasang kabel LAN nya ke lepi atau kompi anda
2. buka konsole/terminal anda
3 kemudian berikut perintahnya
karuwak@darkstar:/$su
root@darkstar:/#dhclient eth0
eth0 adalah LAN card anda yang dibaca oleh linux, jadi sesuaikan aja. Cara diatas adalah konneksi ke wifi secara dhcp, untuk koneksi secara statci IP (IP ditentukan oleh jaringan/manual) caranya sebagai berikut:

karuwak@darkstar:/$su

root@darkstar:/#ifconfig eth0 192.168.1.10/24

root@darkstar:/#route etho add default gw 192.168.1.1

root@darkstar:/#echo “nameserver 192.168.1.1″ > /etc/resolv.conf

Ilustrasi diatas adalah cara koneksi kejaringan berlamat 192.168.1.0/24 dengan gateway 192.168.1.1. Kemudian name server itu diisi aja dengan gateway atau bisa ditambah kan dengan IP yang diberikan ISP atau speedy anda.

Cara koneksi kedua adalah koneksi ke jaringan hotspot wifi. Sebenarnya intinya sama saha, cuma ada sebagian teman2 linux yang sering bertanya hal semacam ini, lanjut aja tahapnya adalah:karuwak@darkstar:/$su

karuwak@darkstar:/$su

root@darkstar:/#iwlist wlan0 scan

Cara diatas adalah untuk scanning jaringan hotspot yang tersedia, sedangkan wlan0 adalah card wifi saya yang terdeteksi oleh linux,  berikut contoh hasilnya pada jaringan saya:

Hacking dan Amankan Speedy Anda

Post Pic

Banyak sekali orang yang pengguna speedy tidak memperhatikan keamanan modem adslnya.. kenapa saya bilang begitu, disini saya bukan ngajarin hacking modem adsl speedy, tapi tujuannya sebatas pembelajaran, biar si admin atau yang setting modem adslnya tidak ceroboh dengan setingan default vendor adsl tersebut. Kenapa saya bilang begitu? karena banyaknya modem adsl yang dipasang oleh teknisi speedy atau teknisi jaringan tidak mengganti password default modem adslnya. Ini yang menyebabkan si cracker cyber malah memanfaatkan kelemahan ini.

Banyak cara yang dapat mereka tempuh untuk melakukan kejahatan ini, misalnya mereka dapat scanning ip public speedy, atau malah hanya memanfaatkan tools onlince yang sudah tersedia banyak diinternet. OK, disini saya akan share cara tindak kejahatan ini sekaligus mengingatkan ke pihak teknisi speedy atau admin setting modem adsl.

Untuk memulai melakukan tindak kejahtan ini, saya analogikan si attacker. Misalnya si attacker ini menggunakan jaringan telkom speedy, maka mereka dapat menyetaui ip aja yang aktif dalam satu range jaringannya menggunakan tools online c-net misalnya. Lebih enaknya langsung ke praktis aja.

Untuk mengetahui ip public speedy kita dapat check kesini: http://www.whatismyip.com/. kemudian si attacker melanjutkan aksinya ke http://www.robtex.com/. dari robtex, mereka menggunakan tools c-net yang tersedia online.. berikut screenshootnya:

Coba perharikan ada apinya, mereka tinggal click ip yang dihasilkan tools c-net online ini, kemudian berikut hasil yang ditampilkan:

yang perlu diperhatikan itu ada route-nya yang kebakar itu lho… Ip public yang sekelas dengan ip public si attacker itu adalah memiliki kelas /22. selanjutnya info paling penting bagi si Attacker adalah IP yang dilingkar api tersebut.
Read more »

Pemutus jaringan LAN di linux dengan TechnoCut

Post Pic
Join the forum discussion on this post - (2) Posts

Kapan lagi Techno-OS share yang jail-jail lagi yach??? Nich saya akan berbagi info yang tujuannya hanya sebatas belajar doang. Tools ini dibuat dengan bash scripting,  silahkan ja sedot tools ini di http://techno-os.net/wp-content/d0wnl0ad/tools/technocut.sh

Sebelum memulai, persiapan yang dibutuhkan adalah arptables,dsniff, dan nmap. Silahkan sedot masing2nya di slackbuild untuk para slacker…

- nmap (sudah include waktu installsi slacware di packet bagian “n”)

Tahap selanjutnya, install masing2 paket terserbut. Next mission adalah tinggal jalanin aja tool TechnoCut tadi di konsole dengan hak akses root (ingat, harus root!!!). Misalnya Toolsnya disimpan di /home/karuwak (sesuai home masing2), nah tinggal jalanin tuch di rektori sana.

karuwak@darkstar:~$su
root@darkstar:/home/karuwak# sh technocut.sh
Setelah itu, tinggal masukin aja ip target yang sudah terscanning, misalnya target kita adalah 192.168.1.2. Maka langsung isikan saja ip address tersebut dan dilajutkan dengan menekan “Enter” untuk memulai meluncurkan serangan… Berikut screenshootnya yang ditargetkan 192.168.1.2:

Apabila tetap ingin melancarkan serangan, biarkan saja tampilannya begitu tanpa menekan tombol apapun. Kemudian untuk memberhentikan serangannya, tinggal menekan tombol “Enter”.

Selain itu, tools ini dapat juga digunakan sebagai antisipasi / antinya apabila ada yang cut jaringan local, Yaitu hanya biarkan running program ini saat pertama kali dijalankan (tanpa mengisi ip target).

Mungkin sampai disini dluw curhat saya, nanti mungkin dicoba dikembangkan lagi lebih jaug. Misalnya target langsung ngedrop/crash (pernah dicoba testing dluwnya dengan cara lain)!!! tapi itu termasuk bahaya dan merusak jaringan keseluruhan. Klo tools ini hanya ketarget aja yang menyerang..

Check Rootkit di system linux

Post Pic

Rootkit itu tentunya sangat bahaya jika tertanam di system kita, bahkan rootkit itu sendiri lebih bahaya dari pada virus komputer. Untuk lebih detailnya silahkan anda lihat penjelasan rootkit itu di wikipedia. Untuk para linuxer, tentunya perlu antisipasi dan checking systemnya agar terhindar dari rootkit. Saya sedikit share tentang handel system linux anda yang lumayan gamang sekali digunakan.

Kita hanya menggunakan sebuah program yang nantinya program ini akan checking tools yang dan program yang ada disistem kita dari modifikasi malware atau sejenisnya. Nama tools nya chkrootkit. Untuk para slacker yang ingin sedot tools ini, langsung saja ke TK: http://repository.slacky.eu/slackware-13.0/security/chkrootkit/0.49/chkrootkit-0.49-i486-2uls.txz

Download tools tersebut dengan downloader anda:

karuwak@darkstar:/$wget http://repository.slacky.eu/slackware-13.0/security/chkrootkit/0.49/chkrootkit-0.49-i486-2uls.txz

Install toolsnya:

karuwak@darkstar:/$su

root@darkstar:/#installpkg chkrootkit-0.49-i486-2uls.txz

Setelah program terinstall, untuk menggunakannya, lansung jalankan dengan memanggil program tersebut di konsole:

root@darkstar:/#chkrootkit

Ingat, perintah ini hanya dapat dijalankan dibawah hak akses si root. Mungkin sedikit review program ini membantu teman linux memahami atau mencegah systemnya dari tindak kejahatan program rootkit. Sekurang-kurangnya dapat meminimalisir system dari penyakit tanaman cracker ini (rootkit). Semoga bermanfaat.

Jurus Kebal Virus

Post Pic

”Setiap hari, kok, harus berhadapan dengan virus. Capek deh…,” ujar Dr Mahmud Ghaznawie SpPA PhD. Wajar jika Pembantu Dekan IV Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, ini mengeluh. Kepakarannya sebagai patolog tidak mempan menghadapi ratusan jenis virus yang dikeluhkannya, virus komputer.

Setiap hari, puluhan komputer yang dipakai dalam perkuliahan di Fakultas Kedokteran (FK) terinfeksi virus. Setiap hari ada mahasiswa memasang flashdisk, mencari dan menyimpan data dari komputer itu. Setiap kali pula komputer itu terkena virus, lagi, lagi, dan lagi. Padahal, kami sudah membeli antivirus seharga Rp 40 juta untuk 100 komputer kami. Setiap hari, waktu staf pemeliharaan komputer kami tersita untuk mengurus komputer yang terkena virus. Cara kerja yang tidak masuk akal,” kata Mahmud.

Pernyataan ”tak masuk akal” sang patolog itu didasari banyak pengalamannya memakai komputer. Ayah dua anak itu sudah bergelut dengan komputer sejak FK Universitas Hasanuddin (Unhas) menerima bantuan dua unit komputer Radio Shack TRS- DOS dari Belanda pada tahun 1984. Pada tahun 1985 ia melanjutkan studinya di The University of Western, Australia.

”Di sana, saya mengenal komputer Apple yang memakai sistem operasi Apple II. Di sana pula, saya membeli komputer pribadi pertama saya, Commodor Amiga, yang memakai sistem operasi Amiga. Pada 1987, Amiga adalah komputer tercanggih. Ia sudah memakai tampilan grafis sehingga user (pengguna) tidak harus mengetik bahasa program komputer untuk mengoperasikan Amiga,” ujarnya.

Namun, aplikasi program yang tersedia untuk Amiga sangat terbatas. ”Tahun 1989, saya mengganti Amiga saya dengan PC (personal computer). Waktu itu masih ada banyak sistem operasi komputer PC. Namun, sejak 1995 sistem operasi komputer PC didominasi satu sistem operasi komputer berbayar saja. Seolah tidak ada sistem operasi lainnya,” tuturnya.

Pada 1996 Mahmud kembali ke Makassar dengan membawa PC berprosesor terbaru waktu itu, Pentium I 100, dengan sistem operasi berbayar terpopuler kala itu. ”Meski di Indonesia, saya terus mengikuti perkembangan teknologi PC. Setiap ada PC berteknologi baru, saya pasti beli. Ketika pembuat sistem operasi komputer berbayar meluncurkan produk barunya pada 1998, saya pun membelinya,” katanya.

Saat bertugas di Laboratorium Patologi Unhas pada 2000, Mahmud merintis pembuatan local area network (LAN) di laboratorium itu. Tahun 2002, ia membangun LAN pimpinan Dekanat FK Unhas. Pelan tetapi pasti, jaringan LAN FK Unhas berkembang menjadi wide area network (WAN), jaringan komputer antarfakultas di Unhas. Dalam WAN itu terdapat ratusan PC di FK yang dijadikan komputer publik untuk diakses para mahasiswa. Lantaran ”dicoloki” flashdisk tiap hari, WAN itu terus disusupi berbagai virus komputer.

Ketika WAN terus diserang virus, Mahmud menyadari virus komputer ternyata hanya bekerja pada sistem operasi berbayar yang dipakai workstation WAN itu. Padahal, kenyataannya, ada sistem operasi yang gratis tetapi kebal virus, yakni Linux. Dia pun akhirnya menjajal sistem operasi Linux, memakai distro Ubuntu. ”Sejak itu, saya bebas dari virus komputer,” ujarnya.

Migrasi sistem

Menyadari kelebihan dan kemudahan penggunaan Linux, ia secara bertahap memulai migrasi sistem operasi komputer di FK yang berbayar ke sistem operasi Linux yang gratis. ”Masalahnya, para pengguna komputer selalu enggan memakai Linux. Mereka dibayangi persepsi bahwa Linux itu rumit dan sulit,” katanya.

Kegetolan Mahmud mengampanyekan Linux menarik minat beberapa mahasiswa FK, tetapi mereka jarang bertahan lama memakai Linux. Kebanyakan kembali memakai sistem operasi komputer berbayar.

”Saya akhirnya menyadari bahwa tanpa aplikasi yang berguna, orang akan enggan memakai Linux. Saya memiliki banyak e-book kedokteran dan video praktik kedokteran,” ujar Mahmud. Dia akhirnya merancang distro Linux yang berisikan e-book dan video koleksinya.
Read more »

Page 4 of 13« First...«23456»10...Last »

Planet Slackware

Oke setelah itu saatnya menjalankan php-cgi dengan address 127.0.0.1 dengan port 9000. Tapi sebelum itu kita cek dulu php-cgi-nya di Slackware kita, sebenarnya php-cgi ini di Slakcware saya sudah tersedia sebelumnya pas saat pertama kali install Slackware, jadi tinggal pake saja. Coba cek dengan perintah ini:
bash-4.1# locate php | grep php-cgi
/usr/bin/php-cgi
Dari perintah di atas, maka php-cgi telah ada dan terletak di direktory /usr/bin/php-cgi. Oya sebenarnya untuk pengganti php-cgi, yaitu php-fpm juga bisa digunakan untuk mengeksekusi file php. Tapi ada kebingungan tersendiri buat saya karena php-fpm tidak bisa mengeksekusi file yang menyangkut ke mysql. Entah saya harus ubah dimananya agar php-fpm itu bisa mengeksekusi mysql itu. Maka dari itu, kita langsung aja menggunakan php-cgi dan gak usah pake php-fpm.
Setelah di ketahui php-cgi ada dimana, sekarang saatnya membuat skrip untuk menjalankan php-cgi pada port yang saya sebutkan di atas dan menyimpannya di /etc/rc.d/ dengan nama rc.php-cgi.
# nano /etc/rc.d/rc.php-cgi
Lalu isi dengan:
#!/bin/sh
#
# /etc/rc.d/rc.php-cgi
#
# Start/stop/restart
#
# To make php-cgi start automatically at boot, make this
# file executable:  chmod 755 /etc/rc.d/rc.php-cgi
#
#created by Imron Rosdiana
case "$1" in
  'start')
   echo "Starting php-cgi"
   /usr/bin/php-cgi -b 127.0.0.1:9000 &
  ;;
'stop')
    echo "Shutdown php-cgi"
    killall php-cgi
  ;;
  'restart')
    echo "Shutdown php-cgi....."
    killall php-cgi
    sleep 3
    echo "Starting php-cgi..."
    /usr/bin/php-cgi -b 127.0.0.1:9000 &
  ;;
  *)
    echo "Usage: $0 {start|stop|restart}"
  ;;
esac
Sebenarnya skrip di atas saya boleh utak-atik sendiri selama 4jam dan ketemulah skrip itu.Hehe maklum nubi banget..
Selanjutnya beri akses file itu dengan chmod 755:
# chmod 755 /etc/rc.d/rc.php-cgi
Oke setelah di beri hak akse, maka jalankan php-cgi itu dengan perintah:
# /etc/rc.d/rc.php-cgi start
Setelah php-cgi berhasil berjalan pada alamat 127.0.0.1 port 9000, sekarang coba kita buat file info.php dan disimpan di /srv/httpd/htdocs yang isinya:
# nano /srv/httpd/htdocs/info.php

Lalu isi dengan:
<?php
phpinfo();
?>
Setelah itu sekarang coba buka browser anda dan ketik url berikut ini: http://localhost/info.php. Apabila tampilannya seperti di bawah ini, maka anda telah berhasil..


Oya ada sedikit tambahan dari saya, agar si nginx dan php-cgi itu terkesekusi otomatis saat kita menghidupkan komputer besok-besoknya.. Maka tambahkan skrip di bawah ini pada /etc/rc.d/rc.M:
# Start Nginx Web server;
if [ -x /etc/rc.d/rc.nginx ]; then
  . /etc/rc.d/rc.nginx start
fi

# Start php-cgi;
if [ -x /usr/bin/php-cgi ]; then
  . /etc/rc.d/rc.php-cgi start
fi

Lalu simpan..
Oke selamat menikmati nginx-nya.HeheOrang kreatif itu adalah orang yang bisa memecahkan masalah dengan cara menggabungkan beberapa jawaban, menjadi jawaban yang lebih sederhana
'>Imron: Instalasi Nginx, dan php di Slackware
  • '>Willy Sudiarto Raharjo: ASPM Patch has Landed on Stable Kernel

  • Unfortunately, lately, they have been struggling to work with their security problems and even with Stefan Esser's help to improve the project, their ego was too high, so they ignored some of his proposal to improve PHP's security core. At the end, Stefan released
    Suhosin project to help users to get the better PHP service from the security point of view.

    I always installed Suhosin on my servers since lately, PHP has changed it's way of rolling releases and it's not as often as it used to be. Some critical fixes are in pending for months until it's rolled out to users and sometimes, it's kinda late to prevent exploits coming around.

    There are two ways of installing Suhosin. The first one comes as a PHP patch which will be used against PHP source code prior compilation and the second option come as an extension. If you plan to compile your first PHP and release it as a bundle, it's better for you to pick the first option as it will patch PHP directly into the source. However, sometimes you have your PHP up and running and you want to add additional security layer on top of it and that's when the second option is preferred.

    Here's how you compile and install Suhosin on top of running PHP
    '>Willy Sudiarto Raharjo: Adding More Protection Layer on PHP
  • Lain-lain

    Copyright © 2010 Techno-OS

    Powered By T'Lab