Google Groups
Gabung Milist Techno-OS
Email:
Visit this group

Articles

Membuat Manpage Linux

Post Pic

Manpage dibutuhkan untuk mengetahui cara penggunaan tools ato manual singkat sebuah tools yang terinstall disystem kita. Dan ada juga penjelasan suatu system yang dibuat manpage nya. Dengan begitu, adakalanya kita membuat manpage sendiri untuk sebuah program yang kita buat yang telah diikutsertakan manpagenya terinstall sekaligus.

Review sedikit tentang penggunaan manpage sebelum kita langsung keteknisnya. Berikut ini adalah format dari manpage:

NAME
    Nama dari program atau fungsi yang akan digunakan serta dijelaskan tiap barisnya.
SYNOPSIS
    Perintah yang digunakan untuk menjalankannya, serta format penggunaannya.
DESCRIPTION
    Penjelasan tiap perintah dan fungsi yang ada.
EXAMPLES
    Beberapa contoh penggunaan tools.
SEE ALSO
    Beberapa command yang dianjurkan, yang saling berhubungan
BUGS
    Beberapa bug yang diketahui
AUTHOR
   Informasi kontak pembuat
COPYRIGHT
    Informasi copyright program

Selanjut yang perlu diketahui bahwa manpage itu terbagi menjadi 9 seksi, Berikut tabel penjelasan tiap seksinya:

Seksi Penjelasan
1 Perintah eksekusi shell
2 System calls (fungsi yang telah disediakan oleh kernel)
3 Library calls (fungsi dalam program libraries)
4 Special files (Biasanya didapatkan di /dev)
5 Format file dan konversi seperti /etc/passwd
6 Games
7 Miscellaneous (Termasuk paket macro), seperti. man(7), groff(7)
8 Perintah system administrasi (Biasanya hanya untuk root)
9 Kernel routines [Tidak standard]

Untuk lokasi pathnya disimpan di /usr/share/man sebagai penjelasan tiap seksi, misalnya untuk percobaan pada seksi yang berada pada /usr/share/man/man1 untuk manual perintah eksekusi shell:

karuwak@darkstar:~$ cd /usr/share/man/man1/
karuwak@darkstar:/usr/share/man/man1$

Nah, coba kita lihat perinah apa aja yang ada disana dan dengan format apa manpage dibuat:

karuwak@darkstar:/usr/share/man/man1$ ls -l | head -20
total 18000
-rw-r–r– 1 root root    604 2001-03-04 06:26 411toppm.1.gz
-r–r–r– 1 root root   1951 2009-09-20 19:58 7z.1.gz
-r–r–r– 1 root root   1982 2009-09-20 19:58 7za.1.gz
-r–r–r– 1 root root   1988 2009-09-20 19:58 7zr.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   3857 2009-04-29 04:25 CA.pl.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   2374 2007-02-18 09:19 FvwmAnimate.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   1393 2007-02-18 09:19 FvwmAuto.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   1825 2007-02-18 09:19 FvwmBacker.1.gz
-rw-r–r– 1 root root    749 2007-02-18 09:19 FvwmBanner.1.gz
-rw-r–r– 1 root root  13715 2007-02-18 09:19 FvwmButtons.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   4289 2007-02-18 09:19 FvwmCommand.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   1668 2007-02-18 09:19 FvwmConsole.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   2025 2007-02-18 09:19 FvwmConsoleC.pl.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   2606 2007-02-18 09:19 FvwmCpp.1.gz
-rw-r–r– 1 root root    888 2007-02-18 09:19 FvwmDebug.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   1650 2007-02-18 09:19 FvwmDragWell.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   3412 2007-02-18 09:19 FvwmEvent.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   8690 2007-02-18 09:19 FvwmForm.1.gz
-rw-r–r– 1 root root   4435 2007-02-18 09:19 FvwmGtk.1.gz


Read more »

Install Font Windows Vista di Linux secara automatis

Post Pic

Sangat simple sekali untuk mendapatkan / installasi font windows di linux, ada berbagai cara untuk melakukannya. Yang disini saya akan bahas cara yang lumayan sangat simple sekali. Kebetulan scriptnya sudah banyak disedikan. Sebelumnya, kita membutuhkan sebuah tambahan tools lagi untuk ekstrak file cabinet dari windows. Karena tools ini bekerja dengan alur = download file windows -> exstrak  -> install font.

Jadi untuk exstrak file cabinet, silahkan download cabexstract di http://repository.slacky.eu/slackware-13.0/utilities/cabextract, dan install promram tersebut. Langkah selanjutnya adalah buat sebuah file di home anda dengan nama karuwak7.sh yang berisi data berikut:

#!/bin/sh
set -e

exists() { which "$1" &> /dev/null ; }

if ! [ -d ~/.fonts ] ; then
    exec 2>&1
    echo 'There is no .fonts directory in your home.'
    echo 'Is fontconfig set up for privately installed fonts?'
    exit 1
fi

# split up to keep the download command short
DL_HOST=download.microsoft.com
DL_PATH=download/f/5/a/f5a3df76-d856-4a61-a6bd-722f52a5be26
ARCHIVE=PowerPointViewer.exe
URL="http://$DL_HOST/$DL_PATH/$ARCHIVE"

if ! [ -e "$ARCHIVE" ] ; then
    if   exists curl  ; then curl -O "$URL"
    elif exists wget  ; then wget    "$URL"
    elif exists fetch ; then fetch   "$URL"
    fi
fi

TMPDIR=`mktemp -d`
trap 'rm -rf "$TMPDIR"' EXIT INT QUIT TERM

cabextract -L -F ppviewer.cab -d "$TMPDIR" "$ARCHIVE"

cabextract -L -F '*.TT[FC]' -d ~/.fonts "$TMPDIR/ppviewer.cab"

( cd ~/.fonts && mv cambria.ttc cambria.ttf && chmod 600 \
    calibri{,b,i,z}.ttf cambria{,b,i,z}.ttf candara{,b,i,z}.ttf \
    consola{,b,i,z}.ttf constan{,b,i,z}.ttf corbel{,b,i,z}.ttf )

fc-cache -fv ~/.fonts

Selanjutnya tinggal eksesuki file tersebut dari home anda:

$sh karuwak7.sh

Tinggal tunggu aja lagi file tersebut di download > ekstrak dan terinstall automatis, tapi dengan syarat anda harus terhubung ke internet. Jika tidak terhubung ke internet, maka download file PowerPointViewer.exe dan simpan file tersebut satu tempat dengan script ini.

Jika ada kesalahan atau mau ditanyakan, silahkan komentar untuk memperbaiki tulisan ini.

Check Rootkit di system linux

Post Pic

Rootkit itu tentunya sangat bahaya jika tertanam di system kita, bahkan rootkit itu sendiri lebih bahaya dari pada virus komputer. Untuk lebih detailnya silahkan anda lihat penjelasan rootkit itu di wikipedia. Untuk para linuxer, tentunya perlu antisipasi dan checking systemnya agar terhindar dari rootkit. Saya sedikit share tentang handel system linux anda yang lumayan gamang sekali digunakan.

Kita hanya menggunakan sebuah program yang nantinya program ini akan checking tools yang dan program yang ada disistem kita dari modifikasi malware atau sejenisnya. Nama tools nya chkrootkit. Untuk para slacker yang ingin sedot tools ini, langsung saja ke TK: http://repository.slacky.eu/slackware-13.0/security/chkrootkit/0.49/chkrootkit-0.49-i486-2uls.txz

Download tools tersebut dengan downloader anda:

karuwak@darkstar:/$wget http://repository.slacky.eu/slackware-13.0/security/chkrootkit/0.49/chkrootkit-0.49-i486-2uls.txz

Install toolsnya:

karuwak@darkstar:/$su

root@darkstar:/#installpkg chkrootkit-0.49-i486-2uls.txz

Setelah program terinstall, untuk menggunakannya, lansung jalankan dengan memanggil program tersebut di konsole:

root@darkstar:/#chkrootkit

Ingat, perintah ini hanya dapat dijalankan dibawah hak akses si root. Mungkin sedikit review program ini membantu teman linux memahami atau mencegah systemnya dari tindak kejahatan program rootkit. Sekurang-kurangnya dapat meminimalisir system dari penyakit tanaman cracker ini (rootkit). Semoga bermanfaat.

Mencoba linux tanpa install di PC/Laptop

Post Pic

Banyak dari para nubi yang ingin migrasi ke sistem operasi linux masih takut. Padahal sudah banyak resource yang disediakan dan dapat di googling dengan cepat. Tapi dari kalangan para migrasi masih merasa kesulitan. Disini saya akan share mengenai cara mencoba linux tanpa install di pc/laptop.

Ada berbagai metode yang dapat kita lakukan untuk mencoba linux. Salah satunya yaitu dengan menggunakan linux Live. Maksudnya adalah linux yang dapat digunakan tanpa diinstal dengan tujuan mencoba mencicipi sebelum benar-benar terjun migrasi/menggunakan. Linux Live itu sangat banyak sekali diantaranya adalah :

ubuntu
pclinux
puppy
linux mint
dll

Linux diatas adalah di sediakan secara default dalam bentuk live CD/DVD. Tapi ada laternatif lain untuk menjadikan linux tersebut menjadi live USB, dimana linux tersebut dijalankan atau boot melalaui flashdisk. Tetapi tidak semua distro linux yang menyediakan linux live USB. Tapi didunia open source, perkembangan sangat cepat. Untuk membuat linux live USB, kita dapat membuat sendiri dari linux Live CD/DVD tersebut menjadi live USB. Salah satu tools yang dapat kita gunakan adalah unetbootin. Berikut contoh tampilannya:

Tools monitoring wajib untuk SysAdmin linux

Post Pic

Tugas SysAdmin linux adalah mengetahui keadaan system yang mereka jalankan atau yang mereka operasikan. Disini saya akan coba share sedikit banyaknya yang sangat wajib diketahui oleh seorang SysAdmin. Dengan tools yang sudah ada di linux sendiri itu sudah sangat memabantu untuk mengetahui semua kejadian system. Dari performa, error, trouble shooting dan lainnya.
Read more »

Page 1 of 212»

Planet Slackware

Oke setelah itu saatnya menjalankan php-cgi dengan address 127.0.0.1 dengan port 9000. Tapi sebelum itu kita cek dulu php-cgi-nya di Slackware kita, sebenarnya php-cgi ini di Slakcware saya sudah tersedia sebelumnya pas saat pertama kali install Slackware, jadi tinggal pake saja. Coba cek dengan perintah ini:
bash-4.1# locate php | grep php-cgi
/usr/bin/php-cgi
Dari perintah di atas, maka php-cgi telah ada dan terletak di direktory /usr/bin/php-cgi. Oya sebenarnya untuk pengganti php-cgi, yaitu php-fpm juga bisa digunakan untuk mengeksekusi file php. Tapi ada kebingungan tersendiri buat saya karena php-fpm tidak bisa mengeksekusi file yang menyangkut ke mysql. Entah saya harus ubah dimananya agar php-fpm itu bisa mengeksekusi mysql itu. Maka dari itu, kita langsung aja menggunakan php-cgi dan gak usah pake php-fpm.
Setelah di ketahui php-cgi ada dimana, sekarang saatnya membuat skrip untuk menjalankan php-cgi pada port yang saya sebutkan di atas dan menyimpannya di /etc/rc.d/ dengan nama rc.php-cgi.
# nano /etc/rc.d/rc.php-cgi
Lalu isi dengan:
#!/bin/sh
#
# /etc/rc.d/rc.php-cgi
#
# Start/stop/restart
#
# To make php-cgi start automatically at boot, make this
# file executable:  chmod 755 /etc/rc.d/rc.php-cgi
#
#created by Imron Rosdiana
case "$1" in
  'start')
   echo "Starting php-cgi"
   /usr/bin/php-cgi -b 127.0.0.1:9000 &
  ;;
'stop')
    echo "Shutdown php-cgi"
    killall php-cgi
  ;;
  'restart')
    echo "Shutdown php-cgi....."
    killall php-cgi
    sleep 3
    echo "Starting php-cgi..."
    /usr/bin/php-cgi -b 127.0.0.1:9000 &
  ;;
  *)
    echo "Usage: $0 {start|stop|restart}"
  ;;
esac
Sebenarnya skrip di atas saya boleh utak-atik sendiri selama 4jam dan ketemulah skrip itu.Hehe maklum nubi banget..
Selanjutnya beri akses file itu dengan chmod 755:
# chmod 755 /etc/rc.d/rc.php-cgi
Oke setelah di beri hak akse, maka jalankan php-cgi itu dengan perintah:
# /etc/rc.d/rc.php-cgi start
Setelah php-cgi berhasil berjalan pada alamat 127.0.0.1 port 9000, sekarang coba kita buat file info.php dan disimpan di /srv/httpd/htdocs yang isinya:
# nano /srv/httpd/htdocs/info.php

Lalu isi dengan:
<?php
phpinfo();
?>
Setelah itu sekarang coba buka browser anda dan ketik url berikut ini: http://localhost/info.php. Apabila tampilannya seperti di bawah ini, maka anda telah berhasil..


Oya ada sedikit tambahan dari saya, agar si nginx dan php-cgi itu terkesekusi otomatis saat kita menghidupkan komputer besok-besoknya.. Maka tambahkan skrip di bawah ini pada /etc/rc.d/rc.M:
# Start Nginx Web server;
if [ -x /etc/rc.d/rc.nginx ]; then
  . /etc/rc.d/rc.nginx start
fi

# Start php-cgi;
if [ -x /usr/bin/php-cgi ]; then
  . /etc/rc.d/rc.php-cgi start
fi

Lalu simpan..
Oke selamat menikmati nginx-nya.HeheOrang kreatif itu adalah orang yang bisa memecahkan masalah dengan cara menggabungkan beberapa jawaban, menjadi jawaban yang lebih sederhana
'>Imron: Instalasi Nginx, dan php di Slackware
  • '>Willy Sudiarto Raharjo: ASPM Patch has Landed on Stable Kernel

  • Unfortunately, lately, they have been struggling to work with their security problems and even with Stefan Esser's help to improve the project, their ego was too high, so they ignored some of his proposal to improve PHP's security core. At the end, Stefan released
    Suhosin project to help users to get the better PHP service from the security point of view.

    I always installed Suhosin on my servers since lately, PHP has changed it's way of rolling releases and it's not as often as it used to be. Some critical fixes are in pending for months until it's rolled out to users and sometimes, it's kinda late to prevent exploits coming around.

    There are two ways of installing Suhosin. The first one comes as a PHP patch which will be used against PHP source code prior compilation and the second option come as an extension. If you plan to compile your first PHP and release it as a bundle, it's better for you to pick the first option as it will patch PHP directly into the source. However, sometimes you have your PHP up and running and you want to add additional security layer on top of it and that's when the second option is preferred.

    Here's how you compile and install Suhosin on top of running PHP
    '>Willy Sudiarto Raharjo: Adding More Protection Layer on PHP
  • Lain-lain

    Copyright © 2010 Techno-OS

    Powered By T'Lab