Google Groups
Gabung Milist Techno-OS
Email:
Visit this group

Articles

Lowongan Webmaster Urgent!

Post Pic
Join the forum discussion on this post - (1) Posts

T’Lab (Zona Open Source) sedang mencari karyawan tetap/part time/oursourcing dengan Posisi “Web Programer” yang sudah pernah berpengalaman membuat website.

Job Description :
Membuat sistem informasi berbasis web dengan menggunakan framework CI (codeignite)

Kualifikasi :
- menguasai programing PHP ,Ajax dan framework CI
- mempunyai laptop sendiri
- dapat bekerja under linux

Ketersediaan Posisi :
3 orang cowok yang berdominasi di jogja sebagai staff programing web.

Lokasi Kerja :
offline : Jl. Jati Mataram No.254, Mlati – Monjali, Yogyakarta. telp: (0274) 6411163
info lanjut lokasi : http://techno-os.net/contact-us/
online : langsung ke mail karuwak@techno-os.net

Proses Rekrutmen :

1. Mengirimkan CV (curriculum vitae) ke karuwak@techno-os.net paling telat 15 April 2010
2. Wawancara dimulai tanggal Senin.18 April 2010 di TLab, dan langsung membicarakan tentang fi / kesanggupan projek yang akan dilakukan.
3. memperlihat hasil projek yang pernah dikerjakan dan menunjukkannya langsung saat wawancara.
4. Pengumuman terima atau tidaknya, akan diumumkan 5  hari setelah tes , yang dikirimkan via email.
5. Langsung bekerja 2 hari setelah diumumkan.

Jurus Kebal Virus

Post Pic

”Setiap hari, kok, harus berhadapan dengan virus. Capek deh…,” ujar Dr Mahmud Ghaznawie SpPA PhD. Wajar jika Pembantu Dekan IV Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, ini mengeluh. Kepakarannya sebagai patolog tidak mempan menghadapi ratusan jenis virus yang dikeluhkannya, virus komputer.

Setiap hari, puluhan komputer yang dipakai dalam perkuliahan di Fakultas Kedokteran (FK) terinfeksi virus. Setiap hari ada mahasiswa memasang flashdisk, mencari dan menyimpan data dari komputer itu. Setiap kali pula komputer itu terkena virus, lagi, lagi, dan lagi. Padahal, kami sudah membeli antivirus seharga Rp 40 juta untuk 100 komputer kami. Setiap hari, waktu staf pemeliharaan komputer kami tersita untuk mengurus komputer yang terkena virus. Cara kerja yang tidak masuk akal,” kata Mahmud.

Pernyataan ”tak masuk akal” sang patolog itu didasari banyak pengalamannya memakai komputer. Ayah dua anak itu sudah bergelut dengan komputer sejak FK Universitas Hasanuddin (Unhas) menerima bantuan dua unit komputer Radio Shack TRS- DOS dari Belanda pada tahun 1984. Pada tahun 1985 ia melanjutkan studinya di The University of Western, Australia.

”Di sana, saya mengenal komputer Apple yang memakai sistem operasi Apple II. Di sana pula, saya membeli komputer pribadi pertama saya, Commodor Amiga, yang memakai sistem operasi Amiga. Pada 1987, Amiga adalah komputer tercanggih. Ia sudah memakai tampilan grafis sehingga user (pengguna) tidak harus mengetik bahasa program komputer untuk mengoperasikan Amiga,” ujarnya.

Namun, aplikasi program yang tersedia untuk Amiga sangat terbatas. ”Tahun 1989, saya mengganti Amiga saya dengan PC (personal computer). Waktu itu masih ada banyak sistem operasi komputer PC. Namun, sejak 1995 sistem operasi komputer PC didominasi satu sistem operasi komputer berbayar saja. Seolah tidak ada sistem operasi lainnya,” tuturnya.

Pada 1996 Mahmud kembali ke Makassar dengan membawa PC berprosesor terbaru waktu itu, Pentium I 100, dengan sistem operasi berbayar terpopuler kala itu. ”Meski di Indonesia, saya terus mengikuti perkembangan teknologi PC. Setiap ada PC berteknologi baru, saya pasti beli. Ketika pembuat sistem operasi komputer berbayar meluncurkan produk barunya pada 1998, saya pun membelinya,” katanya.

Saat bertugas di Laboratorium Patologi Unhas pada 2000, Mahmud merintis pembuatan local area network (LAN) di laboratorium itu. Tahun 2002, ia membangun LAN pimpinan Dekanat FK Unhas. Pelan tetapi pasti, jaringan LAN FK Unhas berkembang menjadi wide area network (WAN), jaringan komputer antarfakultas di Unhas. Dalam WAN itu terdapat ratusan PC di FK yang dijadikan komputer publik untuk diakses para mahasiswa. Lantaran ”dicoloki” flashdisk tiap hari, WAN itu terus disusupi berbagai virus komputer.

Ketika WAN terus diserang virus, Mahmud menyadari virus komputer ternyata hanya bekerja pada sistem operasi berbayar yang dipakai workstation WAN itu. Padahal, kenyataannya, ada sistem operasi yang gratis tetapi kebal virus, yakni Linux. Dia pun akhirnya menjajal sistem operasi Linux, memakai distro Ubuntu. ”Sejak itu, saya bebas dari virus komputer,” ujarnya.

Migrasi sistem

Menyadari kelebihan dan kemudahan penggunaan Linux, ia secara bertahap memulai migrasi sistem operasi komputer di FK yang berbayar ke sistem operasi Linux yang gratis. ”Masalahnya, para pengguna komputer selalu enggan memakai Linux. Mereka dibayangi persepsi bahwa Linux itu rumit dan sulit,” katanya.

Kegetolan Mahmud mengampanyekan Linux menarik minat beberapa mahasiswa FK, tetapi mereka jarang bertahan lama memakai Linux. Kebanyakan kembali memakai sistem operasi komputer berbayar.

”Saya akhirnya menyadari bahwa tanpa aplikasi yang berguna, orang akan enggan memakai Linux. Saya memiliki banyak e-book kedokteran dan video praktik kedokteran,” ujar Mahmud. Dia akhirnya merancang distro Linux yang berisikan e-book dan video koleksinya.
Read more »

Lowongan kerja Designeer Open Source di T’lab

Post Pic
Join the forum discussion on this post - (1) Posts

Kami dari T’Lab Zona Open Source sedang mencari karyawan part time dengan Posisi “Designer Open Source”

Job Description :
Membuat berbagai design kaos, accesories, label cd distro, brosur dll

Kualifikasi :
Menguasai design vektor dan editor menggunakan applikasi open source, jika hanya menggunkana software close source seperti corel dan photoshop dll. Mau belajar software design berbasis opensource. Dan memiliki komputer sendiri. (Diutamakan berpengalaman dalam design)

Ketersediaan Posisi :
- offline : 4 orang ( ce / co) designer open source
- online : umum (perdesign)

Lokasi Kerja :
offline : Jl. Jati Mataram No.254, Mlati – Monjali, Yogyakarta. telp: (0274) 6411163
info lanjut lokasi : http://techno-os.net/contact-us/
online : langsung ke mail karuwak@gmail.com

Proses Rekrutmen :
1. Buat sample design baju dengan tema open source. info tentang open source : http://en.wikipedia.org/wiki/Open_source
2. Bagi pendaftar offline, yang berlikasi di jogja tepatnya, langsung aja ke TLab memasukkan CV-nya dan contoh karya designnya. Dan bagi pendaftar online, silahkan add YM saya : novizul.karuwak ntuk lebih jelas job describtionnya dan sistem kerjanya (untuk berlokasi selain jogja).
3. Calon designer nantinya dites secara langsung di T’Lab untuk design salah satu design yang diminta.
4. Pengumuman terima atau tidaknya sebagai designer di T’Lab, 3 hari setelah tes.
5. Langsung bekerja pada awal bulan februari.

Lowongan dibuka dari tanggal 18-25 januari 2010
sampel Shopping Online T’Lab : http://techno-os.net/shop/ (dalam masa develop)

Lihat spec lepi / compi dilinux

Screenshot

Nich sedikit bagi-bagi tuto tentang lihat spesifikasi lepi / compi kita dilinux via console dan GUI, tapi ane malah milih via console, karena males install program, males download program, males kebelakang or so on so on de… hanya memanfaatkan bawaannya si pengguin ja nich bro…. Langsung aja yach –>>
Read more »

Planet Slackware

Oke setelah itu saatnya menjalankan php-cgi dengan address 127.0.0.1 dengan port 9000. Tapi sebelum itu kita cek dulu php-cgi-nya di Slackware kita, sebenarnya php-cgi ini di Slakcware saya sudah tersedia sebelumnya pas saat pertama kali install Slackware, jadi tinggal pake saja. Coba cek dengan perintah ini:
bash-4.1# locate php | grep php-cgi
/usr/bin/php-cgi
Dari perintah di atas, maka php-cgi telah ada dan terletak di direktory /usr/bin/php-cgi. Oya sebenarnya untuk pengganti php-cgi, yaitu php-fpm juga bisa digunakan untuk mengeksekusi file php. Tapi ada kebingungan tersendiri buat saya karena php-fpm tidak bisa mengeksekusi file yang menyangkut ke mysql. Entah saya harus ubah dimananya agar php-fpm itu bisa mengeksekusi mysql itu. Maka dari itu, kita langsung aja menggunakan php-cgi dan gak usah pake php-fpm.
Setelah di ketahui php-cgi ada dimana, sekarang saatnya membuat skrip untuk menjalankan php-cgi pada port yang saya sebutkan di atas dan menyimpannya di /etc/rc.d/ dengan nama rc.php-cgi.
# nano /etc/rc.d/rc.php-cgi
Lalu isi dengan:
#!/bin/sh
#
# /etc/rc.d/rc.php-cgi
#
# Start/stop/restart
#
# To make php-cgi start automatically at boot, make this
# file executable:  chmod 755 /etc/rc.d/rc.php-cgi
#
#created by Imron Rosdiana
case "$1" in
  'start')
   echo "Starting php-cgi"
   /usr/bin/php-cgi -b 127.0.0.1:9000 &
  ;;
'stop')
    echo "Shutdown php-cgi"
    killall php-cgi
  ;;
  'restart')
    echo "Shutdown php-cgi....."
    killall php-cgi
    sleep 3
    echo "Starting php-cgi..."
    /usr/bin/php-cgi -b 127.0.0.1:9000 &
  ;;
  *)
    echo "Usage: $0 {start|stop|restart}"
  ;;
esac
Sebenarnya skrip di atas saya boleh utak-atik sendiri selama 4jam dan ketemulah skrip itu.Hehe maklum nubi banget..
Selanjutnya beri akses file itu dengan chmod 755:
# chmod 755 /etc/rc.d/rc.php-cgi
Oke setelah di beri hak akse, maka jalankan php-cgi itu dengan perintah:
# /etc/rc.d/rc.php-cgi start
Setelah php-cgi berhasil berjalan pada alamat 127.0.0.1 port 9000, sekarang coba kita buat file info.php dan disimpan di /srv/httpd/htdocs yang isinya:
# nano /srv/httpd/htdocs/info.php

Lalu isi dengan:
<?php
phpinfo();
?>
Setelah itu sekarang coba buka browser anda dan ketik url berikut ini: http://localhost/info.php. Apabila tampilannya seperti di bawah ini, maka anda telah berhasil..


Oya ada sedikit tambahan dari saya, agar si nginx dan php-cgi itu terkesekusi otomatis saat kita menghidupkan komputer besok-besoknya.. Maka tambahkan skrip di bawah ini pada /etc/rc.d/rc.M:
# Start Nginx Web server;
if [ -x /etc/rc.d/rc.nginx ]; then
  . /etc/rc.d/rc.nginx start
fi

# Start php-cgi;
if [ -x /usr/bin/php-cgi ]; then
  . /etc/rc.d/rc.php-cgi start
fi

Lalu simpan..
Oke selamat menikmati nginx-nya.HeheOrang kreatif itu adalah orang yang bisa memecahkan masalah dengan cara menggabungkan beberapa jawaban, menjadi jawaban yang lebih sederhana
'>Imron: Instalasi Nginx, dan php di Slackware
  • '>Willy Sudiarto Raharjo: ASPM Patch has Landed on Stable Kernel

  • Unfortunately, lately, they have been struggling to work with their security problems and even with Stefan Esser's help to improve the project, their ego was too high, so they ignored some of his proposal to improve PHP's security core. At the end, Stefan released
    Suhosin project to help users to get the better PHP service from the security point of view.

    I always installed Suhosin on my servers since lately, PHP has changed it's way of rolling releases and it's not as often as it used to be. Some critical fixes are in pending for months until it's rolled out to users and sometimes, it's kinda late to prevent exploits coming around.

    There are two ways of installing Suhosin. The first one comes as a PHP patch which will be used against PHP source code prior compilation and the second option come as an extension. If you plan to compile your first PHP and release it as a bundle, it's better for you to pick the first option as it will patch PHP directly into the source. However, sometimes you have your PHP up and running and you want to add additional security layer on top of it and that's when the second option is preferred.

    Here's how you compile and install Suhosin on top of running PHP
    '>Willy Sudiarto Raharjo: Adding More Protection Layer on PHP
  • Lain-lain

    Copyright © 2010 Techno-OS

    Powered By T'Lab